Siapa yang berani makan cacing? Saya sudah memasak dan mencobanya

Siapa yang berani makan cacing? Saya sudah memasak dan mencobanya

Siapa yang berani makan cacing? Saya sudah memasak dan mencobanyaSiapa yang berani makan cacing? Saya sudah memasak dan mencobanya

Cacing yang saya konsumsi disebut orang lokal Kei “laur” atau “laor”. Bahasa kerennya Palolo Worm, dengan nama ilmiah Eunice Viridis.

Setiap bulan Maret, sekitar dua minggu setelah kalender bulan jatuh di hari raya Imlek, masyarakat di sekitar laut Pasifik menikmati fenomena satu tahun sekali. Yaitu dimana cacing laut yang biasanya hidup di daerah terumbu karang tiba pada saat bereproduksi.

Di bawah cahaya bulan purnama, tubuh cacing yang tertambat di dasar laut ini melepaskan organ reproduksinya, baik jantan atau betina yang mengandung sperma dan telur (disebut epitoke), untuk saling mencari pasangan. Epitoke ini punya mata yang bisa mendeteksi dan mendekati cahaya. Epitoke yang berhasil menemukan jodohnya akan bereproduksi menghasilkan larva, kembali ke dasar laut, menjadi dewasa, dan tahun depan kembali bereproduksi dalam siklus tahunan.

BACA JUGA : http://www.hepjovi.com/wp-admin/post.php?post=1017&action=edit

Nah, saat inilah yang dimanfaatkan penduduk kepulauan untuk menambah asupan protein mereka. Laur juga sangat tinggi gizinya. Suku-suku yang biasa mengkonsumsi Laur ada di wilayah Maluku, Lombok, Sumba, dan beberapa negara Pasifik seperti Solomon dan Vanuatu. Tapi di Solomon dan Vanuatu, cacing ini biasa ditangkap di bulan Oktober.

Siapa yang berani makan cacing? Saya sudah memasak dan mencobanya
Proses Menangkap laor, biasa disebut warga setempat dengan sebutan Timba laor

Siapa yang berani makan cacing? Saya sudah memasak dan mencobanya.

Biasanya, panen Laur ini dijadikan ajang festival dan kebersamaan antar penduduk. Di Kei sendiri, laut dan pantai seolah disulap menjadi kota kecil dengan gemerlap lampu petromaks di tengah kegelapan. Banyak kepercayaan menyertai pesta timba laur ini. Di Kei, penduduk percaya bila laur sudah “jatuh”, maka musim angin barat sudah selesai, dan badai hujan akan berhenti. Suku Sumba percaya, kesuksesan panen laur adalah pertanda suksesnya panen padi. Sementara penduduk Lombok percaya bahwa laur adalah jelmaan putri cantik. Saking banyaknya pangeran yang berusaha merebutnya, putri ini mengorbankan diri ke laut supaya tidak terjadi permusuhan. Rambutnya kemudian menjelma menjadi jutaan laur berwarna-warni.

Oke, balik lagi. Bagaimana cara masaknya?

Setelah ditangkap, laur biasanya ditiriskan, dicampur cuka sagero (cuka dari fermentasi pohon aren), parutan kelapa, lalu disangrai di wajan dengan bumbu-bumbu. Saya pun mencobanya. Tekturnya seperti serundeng dan rasanya gurih. Versi lain yang saya coba adalah resep dari Vanuatu, yaitu dibikin versi omelette. Enak juga, tapi rasa original dagingnya lebih terasa…

Siapa yang berani makan cacing? Saya sudah memasak dan mencobanya
Cacing laor setelah dimasak
Siapa yang berani makan cacing? Saya sudah memasak dan mencobanya
Cacing laor setelah dimasak

Cuma, hati-hati bagi teman-teman yang suka alergi makanan berprotein tinggi, misalnya yang kalau makan udang atau seafood suka gatal-gatal. Makanan ini tinggi protein. Untuk yang sensitif, bisa alergi mulai dari gatal-gatal, panas-dingin, sesak nafas, sampai asma.

(sumber facebook : @lisa suroso}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh Bantuan? Klik Disini!

Halo, Teman Jangan Sungkan untuk Bertanya Yaa :)

Admin

Henli

Online

HenliHalo, Teman Jangan Sungkan untuk Bertanya Yaa..

Hai, ada yang bisa saya bantu? 00.00
error: Content is protected !!